Babul Umrah Wisata

Land Arrangement | Umrah Package | Hotel Reservations | Ticketing | Holiday Package

Menu
Penyedia Jasa dan Pemenasan Tiket Tour Halal

Pengetahuan Ibadah Umrah

Jan
30
2018
by : babultravel. Posted in : Artikel Umrah

Pengetahuan Ibadah Umrah - Babul Umrah Mandiri Wisata

 

Assalamualaikum Sahabat Babul, kali ini kami ingin berbagi ilmu tentang Ibadah Umrah. Mungkin beberapa dari kita pernah bertanya apasih arti ibadah umrah? bagaimana hukum ibadah umrah? pelaksanaan dan tahapannya bagaimana ya? atau syarat, rukun dan wajibnya apa sih? kalau larangannya apa saja?. Nah, Sahabat Babul tak perlu risau, kami akan mencoba jelaskan semua pertanyaan tersebut. Yuk kita belajar bersama …

 

Pengertian Ibadah Umrah

 

Umrah artinya berkunjung atau berziarah. Ibadah Umrah adalah mengunjungi Ka’bah (baitullah) untuk melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah (thawaf, sa’i, tahallul) dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Al Qur’an maupun sunnah Rasulullah SAW.

Dasar hukum ibadah umrah menurut Al Qur’an, surat Al Baqoroh ayat 196 adalah “Sempurnakanlah ibadah Haji dan ibadah Umrah karena Allah SWT.” Sementara menurut Hadist Nabi Muhammad SAW adalah “Ibadah umrah dari satu ibadah umrah ke ibadah umrah yang berikutnya merupakan penghapus dosa.”

Hukum melaksanakan ibadah umrah sendiri adalah sunah bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya, baik mampu secara materi maupun non materi. Ibadah umrah sendiri dapat dilakukan kapan saja kecuali pada hari Arafah yaitu tanggal 10 Zulhijjah dan hari tasrik yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah.

Mengenai hukum ibadah umrah, ada beberapa perbedaan pendapat. Menurut Imam Syafi`i hukumnya wajib atau fardu bagi orang yang belum melaksanakan sementara dia mampu untuk melaksanakannya. Menurut Mazhab Maliki dan Mazhab Hanafi hukumnya sunah mu`akkad (sunah yang dipentingkan).

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengatakan bahwa melaksanakan ibadah umrah pada bulan Ramadhan nilainya sama dengan melaksanakan ibadah haji.

 

Pelaksanaan Ibadah Umrah

 

Tata cara pelaksanaan ibadah umrah adalah : mandi, berwudhu, memakai pakaian ihram di miqat, shalat sunah ihram 2 rakaat, niat umrah dan membaca : “Labbaik Allâhumma `umrat(an)” (Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk umrah), membaca talbiah serta doa, memasuki Masjidil Haram, thawaf, sa`i, dan tahallul.

 

Tahapan Ibadah Umrah

 

  1. Berangkat menuju Miqat. Miqat adalah batas antara Tanah Suci dan tanah-tanah lainnya. Dimana semua jamaah tidak boleh masuk ke Tanah Suci sebelum berihram di miqat ini.
  2. Mandi kemudian berpakain ihram di Miqat. Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan.
    Setelah berpakain ihram, dilanjutkan sholat sunnah ihram 2 rakaat.
  3. Melafalzkan niat ibadah umrah minimal membaca “labbaikallahu umrotan” atau yang lengkap membaca “nawaitul ‘umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta’aalaa”.
  4. Selanjutnya seluruh jamaah menuju Mekkah dengan menempuh perjalanan sejauh 450 KM dengan berpakain ihram sambil membaca talbiah sebanyak-banyaknya sepanjang perjalanan sampai masuk ke kota Mekkah.
  5. Kemudian menuju Masjidil Haram dengan tetap berpakaian ihram dan diusahakan masuk Masjidil Haram melalui pintu Baabussalam dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid “Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).
  6. Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap Hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran thawaf.
  7. Melakukan Thawaf / mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali. Dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula dan disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir. Tidak ada dzikir atau bacaan tertentu pada waktu thawaf dan seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia suka.
  8. Setelah Thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke makam Ibrahim sambil membaca, “Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).
  9. Melakukan Sa’i Umrah, yaitu berjalan antara bukit Shafa dan Marwa sebanyak 7 kali dan berakhir di bukit Marwa. Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.
  10. Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.
  11. Setelah itu selesai-lah kegiatan ibadah umrah, dan jamaah dihalalkan / dibebaskan dari larangan selama melakukan ihram, boleh melepas pakaian ihram dan berganti dengan pakaian biasa.

 

Syarat, Rukun, dan Wajib Ibadah Umrah

 

Syarat untuk melakukan ibadah umrah adalah :

  • Beragama Islam, Baligh, Berakal sehat, Merdeka (Bukan budak), Mampu.

Adapun rukun ibadah umrah adalah :

  • Niat Ihram dari Miqat, Tawaf, Sa`i, Tahallul (mencukur rambut kepala atau memotongnya), Tertib. (dilaksanakan secara berurutan)

Sementara itu wajib ibadah umrah yaitu :

  • Niat ihram dari miqat dan meninggalkan larangan selama ihram.

 

Larangan dalam Ibadah Umrah

 

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sudah memakai pakaian ihram dan sudah berniat melakukan ibadah umrah atau haji adalah :

  • Melakukan hubungan seksual atau apa pun yang dapat mengarah pada perbuatan hubungan seksual
  • Melakukan perbuatan tercela dan maksiat
  • Bertengkar dengan orang lain
  • Memakai pakaian yang berjahit (bagi laki-laki)
  • Memakai wangi-wangian
  • Memakai Khuff (kaus kaki atau sepatu yang menutup mata kaki)
  • Melakukan akad nikah
  • Memotong kuku
  • Mencukur atau mencabut rambut
  • Memakai pakaian yang dicelup yang mempunyai bau harum
  • Membunuh binatang buruan
  • Memakan daging binatang buruan

 

Demikian sedikit ilmu tentang ibadah umrah yang dapat kami sampaikan kepada sahabat. Semoga bermanfaat untuk Sahabat Babul yang akan berangkat Umrah. Jikalau ada kesalahan atau info yang lebih bermanfaat mari berbagi di kolom komentar. Jangan lupa cek Paket Umrah dari kami dan mari berangkat ke Tanah Suci bersama.

 

Salam Semangat,

 

 

Tim Babul Umrah

artikel lainnya Pengetahuan Ibadah Umrah

Monday 19 February 2018 | Artikel Umrah

  Sebagai umat muslim, Sahabat Babul tentu ingin segera melakukan ibadah umrah. Namun biayanya yang cukup…

Monday 19 February 2018 | Artikel Umrah

Assalamu’alaikum! Hayo, berapa banyak di antara kamu yang punya niat berangkat umrah di usia muda? Ibadah…

Babul Umrah Wisata

Land Arrangement | Umrah Package | Hotel Reservations | Ticketing | Holiday Package

Jl. Kalibata Timur 1 No.19, Jakarta Selatan.
02179199659
083808293821
083808293821
babul.umrahpremium@gmail.com